Jumat, 24 Juni 2016

aku dan sayur balante



AKU DAN SAYUR BALANTE


Setiap perantau pasti menginginkan untuk pulang ke Kampung halaman, berkumpul bersama keluarga yang kita cintai Karena hal yang paling dinantikan adalah pulang dengan membawa cerita yang didapatkan di perantauan untuk diceritakan kepada keluarga. Sebagaimana yang aku alami, setelah final semester selesai aku mulai mempersiapkan diri untuk pulang ke Kampung bertemu dengan keluarga kecilku yang sangat aku sayangi, berkumpul sambil bercanda, bersama mereka membuat masalah yang aku hadapi terasa hilang semuanya.
Pagi yang cerah ini, Aku jadi pulang ke Bantaeng, Kampung halamanku setelah beberapa kali penundaan karena urusan organisasi yang sangat penting dan harus di selesaikan. Dalam perjalanan aku singgah di sebuah warung, yang menjual beraneka ragam makanan khas daerah dan membeli roti kesukaan ayah dan ibuku karena uangku tinggal sedikit jadi aku memilih yang agak murah yang jelas ada yang kubawa pulang ke Rumah, sudah kebiasaan kalau pulang ke Kampung.
Sesampai di rumah aku langsung menemui Ibuku yang ada di dapur yang sedang memasak "Assalamualaikum Ma" "Waalaikumsalam niakko Nak, ngura tena nutelepon kua lamminro mako?" "iyye Amma kukaluppai tommi". Biasanya kalau mau pulang aku menelpon Ibuku sebelum berangkat, tapi kali ini aku tidak menelponnya karena ingin memberikan kejutan untuknya. Setiap Orang tua sangat senang apabila anaknya sudah pulang dengan selamat.
Aku yang baru sampai pasti sangat capek, lalu menyandarkan tubuhku ke salah satu tiang penyangga karena rumahku adalah rumah panggung dimana rumah ini memiliki beberapa tiang penyangga. Dan aku tidak menyadari diriku hingga tertidur. Tiba-tiba terbangun karena mendengar suara Ayahku yang baru pulang dari Kebun "Lama mako Nak?" "iyye Ayah" " dimana kakakmu iya, kenapa tidak ikut pulang sama kamu?" "Masih di Makassarki, sibukki ayah karena mau pembekalan untuk KKN".
Aku dan ayah berjalan menuju ruang makan karena perutku juga sudah sangat lapar, tadi tidak sempat makan di jalan karena buru-buru ingin sampai dirumah, kebetulan uang di dompet juga sudah menipis, kami menikmati masakan Ibu yang salah satunya yang ada  dimeja makan adalah makanan favoritku yaitu sayur balante atau sayur bening, sudah lama aku tidak makan sayur ini karena di Makassar jarang menemukan yang begini, apalagi mahasiswa yang kost-kosan pasti tidak makan sayur balante, tidak mau repot maunya yang instan. Kataku kepada Ayah dan ibuku, Ibuku hanya tersenyum "makan mako dulu paenk, kalau habiski ini besokpi lagi baru ku masakkanko" iyye Ibu balasku dengan ungkapan yang lembut.
Sayur balante adalah sayur yang bahan-bahannya dari daun seperti daun kelor, daun kacang-kacangan dan memasaknya pun tidak terlalu sulit dan sangat cepat yaitu memasak air sampai mendidih kemudian memasukkan daun yg sudah di sediakan lalu tambahkan garam secukupnya. Meskipun makanan ini sangat sederhana namun dari kesederhaannya memilki kandungan nutrisi yang sangat tinggi seperti daun kelor kandungan vitamin C sangat tinggi bahkan  lebih tinggi daripada jeruk, selaian vitamin C daun kelor juga mengandung  vitamin A yang cukup tinggi, ini sangat baik untuk kesehatan mata, sekarang banyak para Ahli yang meneliti  tentang daun kelor dan mengatakan bahwa daun kelor dapat meningkatkan sperma pada ternak sapi. Sayur ini juga sangat mudah didapatkan tidak perlu mengeluarkan uang, cukup pergi di kebun. Dibandingkan dengan makanan restoran yang sangat mahal dan tidak bisa di jangkau oleh masyarakat kelas bawah, dimana makanannya juga sangat sedikit dan kita tidak  bisa menjamin kebersihannya bahkan ada makanan yg di beri bahan kimia, itu sangat membahayakan tubuh kita dan dapat menimbulkan penyakit.
Pagi ini, ibuku sudah siap pergi ke kebun mengambil daun kelor dan daun singkong untuk lauk pada hari ini dan malam nanti. Aku pun sudah siap menemani Ibu karena tadi malam aku sudah berjanji untuk menemaninya ke kebun, aku memang sudah lama tidak ke kebun selama masuk kuliah karena sedang sibuk dengan tugas kuliah dan jarang juga pulang. Tetapi kedua orangtuaku selalu mengatakan, kuliahlah kamu dengan sebaik-baiknya supaya kamu bisa menjadi orang sukses nanti, biar saya yang terlanjur begini, susah untuk mendapatkan sesuap nasi harus dengan bekerja keras dengan tenaga yang kuat, saya akan berusaha sekuat tenagaku disini untuk membiayai kuliahmu Nak. "Iyye Bapak-Ibu saya berjanji akan belajar dengan baik supaya menjadi orang yang sukses dan bisa membanggakan kita dan menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtua" kataku yang lembut kepadanya.
Setelah pulang dari kebun, ibuku langsung membuat sayur balante dengan memisahkan daun dari tangkai kelor, aku pun membantunya supaya cepat selesai karena sudah tidak sabar lagi untuk menikmati kenikmatan dari sayur ini, apalagi kalau ibu yang memasak tidak ada kekurangannya. kebahagian memang sederhana yang jelas kita mau mensyukuri nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita gumamku dalam hati.Ibuku sangat senang ketika  aku membantunya meskipun dia tidak mengatakannya kepadaku dan hanya diam tetapi kelihatan dari raut mukanya aku bisa menebaknya, bagiku Dia adalah orang yang harus di jaga perasaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar