AKU DAN SAYUR BALANTE
Setiap
perantau pasti menginginkan untuk pulang ke Kampung halaman, berkumpul bersama
keluarga yang kita cintai Karena hal yang paling dinantikan adalah pulang
dengan membawa cerita yang didapatkan di perantauan untuk diceritakan kepada
keluarga. Sebagaimana yang aku alami, setelah final semester selesai aku mulai
mempersiapkan diri untuk pulang ke Kampung bertemu dengan keluarga kecilku yang
sangat aku sayangi, berkumpul sambil bercanda, bersama mereka membuat masalah
yang aku hadapi terasa hilang semuanya.
Pagi yang
cerah ini, Aku jadi pulang ke Bantaeng, Kampung halamanku setelah beberapa kali
penundaan karena urusan organisasi yang sangat penting dan harus di selesaikan.
Dalam perjalanan aku singgah di sebuah warung, yang menjual beraneka ragam
makanan khas daerah dan membeli roti kesukaan ayah dan ibuku karena uangku
tinggal sedikit jadi aku memilih yang agak murah yang jelas ada yang kubawa
pulang ke Rumah, sudah kebiasaan kalau pulang ke Kampung.
Sesampai di
rumah aku langsung menemui Ibuku yang ada di dapur yang sedang memasak
"Assalamualaikum Ma" "Waalaikumsalam niakko Nak, ngura tena
nutelepon kua lamminro mako?" "iyye Amma kukaluppai tommi". Biasanya
kalau mau pulang aku menelpon Ibuku sebelum berangkat, tapi kali ini aku tidak
menelponnya karena ingin memberikan kejutan untuknya. Setiap Orang tua sangat
senang apabila anaknya sudah pulang dengan selamat.
Aku yang
baru sampai pasti sangat capek, lalu menyandarkan tubuhku ke salah satu tiang
penyangga karena rumahku adalah rumah panggung dimana rumah ini memiliki
beberapa tiang penyangga. Dan aku tidak menyadari diriku hingga tertidur. Tiba-tiba
terbangun karena mendengar suara Ayahku yang baru pulang dari Kebun "Lama mako
Nak?" "iyye Ayah" " dimana kakakmu iya, kenapa tidak ikut
pulang sama kamu?" "Masih di Makassarki, sibukki ayah karena mau
pembekalan untuk KKN".
Aku dan
ayah berjalan menuju ruang makan karena perutku juga sudah sangat lapar, tadi
tidak sempat makan di jalan karena buru-buru ingin sampai dirumah, kebetulan
uang di dompet juga sudah menipis, kami menikmati masakan Ibu yang salah satunya
yang ada dimeja makan adalah makanan
favoritku yaitu sayur balante atau sayur bening, sudah lama aku tidak makan
sayur ini karena di Makassar jarang menemukan yang begini, apalagi mahasiswa
yang kost-kosan pasti tidak makan sayur balante, tidak mau repot maunya yang
instan. Kataku kepada Ayah dan ibuku, Ibuku hanya tersenyum "makan mako
dulu paenk, kalau habiski ini besokpi lagi baru ku masakkanko" iyye Ibu balasku
dengan ungkapan yang lembut.
Sayur balante
adalah sayur yang bahan-bahannya dari daun seperti daun kelor, daun
kacang-kacangan dan memasaknya pun tidak terlalu sulit dan sangat cepat yaitu
memasak air sampai mendidih kemudian memasukkan daun yg sudah di sediakan lalu
tambahkan garam secukupnya. Meskipun makanan ini sangat sederhana namun dari
kesederhaannya memilki kandungan nutrisi yang sangat tinggi seperti daun kelor
kandungan vitamin C sangat tinggi bahkan
lebih tinggi daripada jeruk, selaian vitamin C daun kelor juga
mengandung vitamin A yang cukup tinggi,
ini sangat baik untuk kesehatan mata, sekarang banyak para Ahli yang
meneliti tentang daun kelor dan mengatakan
bahwa daun kelor dapat meningkatkan sperma pada ternak sapi. Sayur ini juga
sangat mudah didapatkan tidak perlu mengeluarkan uang, cukup pergi di kebun.
Dibandingkan dengan makanan restoran yang sangat mahal dan tidak bisa di jangkau
oleh masyarakat kelas bawah, dimana makanannya juga sangat sedikit dan kita tidak bisa menjamin kebersihannya bahkan ada
makanan yg di beri bahan kimia, itu sangat membahayakan tubuh kita dan dapat menimbulkan
penyakit.
Pagi ini,
ibuku sudah siap pergi ke kebun mengambil daun kelor dan daun singkong untuk
lauk pada hari ini dan malam nanti. Aku pun sudah siap menemani Ibu karena tadi
malam aku sudah berjanji untuk menemaninya ke kebun, aku memang sudah lama
tidak ke kebun selama masuk kuliah karena sedang sibuk dengan tugas kuliah dan
jarang juga pulang. Tetapi kedua orangtuaku selalu mengatakan, kuliahlah kamu
dengan sebaik-baiknya supaya kamu bisa menjadi orang sukses nanti, biar saya
yang terlanjur begini, susah untuk mendapatkan sesuap nasi harus dengan bekerja
keras dengan tenaga yang kuat, saya akan berusaha sekuat tenagaku disini untuk
membiayai kuliahmu Nak. "Iyye Bapak-Ibu saya berjanji akan belajar dengan
baik supaya menjadi orang yang sukses dan bisa membanggakan kita dan menjadi
anak yang berbakti kepada kedua orangtua" kataku yang lembut kepadanya.
Setelah
pulang dari kebun, ibuku langsung membuat sayur balante dengan memisahkan daun dari
tangkai kelor, aku pun membantunya supaya cepat selesai karena sudah tidak
sabar lagi untuk menikmati kenikmatan dari sayur ini, apalagi kalau ibu yang
memasak tidak ada kekurangannya. kebahagian memang sederhana yang jelas kita
mau mensyukuri nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita gumamku dalam hati.Ibuku
sangat senang ketika aku membantunya
meskipun dia tidak mengatakannya kepadaku dan hanya diam tetapi kelihatan dari
raut mukanya aku bisa menebaknya, bagiku Dia adalah orang yang harus di jaga
perasaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar